Skip to main content

Sebatas Angka atau Kemampuan Diri?

Ujian Kenaikan Kelas sudah berakhir hari kemarin. Ujian yang mengharuskan para siswa menjawab banyak pertanyaan di atas kertas, dan jawaban mereka harus sesuai apa yang telah diajarkan bapak dan ibu guru. Ujian di dalam kelas dengan guru sebagai pengawas yang mendampingi.

Penat dan bosan rasanya berada di dalam ruangan tes sebagai pengawas, bukan karena malas bekerja, capek atau apalah alasan lainnya, tetapi saya merasa it's a completely waste of time and money... 

Melihat gelagat para siswa yang tidak pernah siap dengan ujian, seperti tulisan yang pernah saya posting sebelumnya di blog ini, silakan klik tulisan Sampai Kapan Tidak Bisa Jadi Diri Sendiri?
Belum lagi nanti setelah ujian selesai, pasti mereka sibuk dengan hajatan rutin mereka, menjadi 'panitia remedial test'... Biasanya hanya mengulang mengerjakan soal-soal ujian yang kemarin mereka kerjakan, dan kali ini lebih mengasyikkan karena mereka bebas mengerjakan dengan teman-teman yang bernasib sama lalu dikumpulkan sebagai syarat sudah memperbaiki nilai sesuai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum), di sekolah tidak ada kegiatan lain, artinya setelah hajatan mereka selesai, atau bahkan bisa dibawa pulang untuk dikerjakan di rumah, mereka bisa pulang lebih awal dan bebas...

Saya tidak akan mengkritik kurikulum atau sistem yang ada di negara kita ini mengenai pendidikan. Walaupun saya merasakan sekali betapa hati kecil saya berontak dengan sistem pendidikan yang sekarang diterapkan. Saya hanya mencoba berpikir bahwa mereka yang berada di atas sana sudah mengambil keputusan, kebijakan dengan segala pertimbangan yang orang awam seperti saya tidak sampai memikirkannya, Saya sadar, menjadi komentator itu lebih mudah daripada menjadi pemain...

Tetapi banyak hal yang saya sering diskusikan dengan beberapa teman sesama guru, mengenai sistem pendidikan sekarang, tujuan sekolah yang sebenarnya, pentingnya menyatukan visi, kerja tim untuk satu tujuan, saling berbagi berbagai ide yang bermanfaat demi siswa-siswa kami, tapi sekali lagi, apalah arti ide tanpa eksekusi, yang untuk melaksanakannya selalu terbentur dengan sistem, peraturan, uang dan banyak faktor lainnya...

Negara ini sudah butuh revolusi mental...
Pendidikan sudah gawat darurat begini, satu hal yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki diri sendiri, berkontribusi semampunya demi perbaikan untuk dunia pendidikan di negara ini...

Sebagai guru, sudah tepatkah cara kita mengajar? Apakah sistem yang ada selama ini sudah cukup baik untuk mengembangkan potensi anak secara maksimal? Atau justru membebani dan membuat anak menjadi stres? Apakah pendidikan yang diberikan telah cukup membuat anak berproses menjadi manusia yang berakhlak atau hanya sekadar mendapat angka-angka di rapor saja?

Comments

Popular posts from this blog

Blessings in Disguise (Part 1) - Convincing Myself

Perjalanan itu masih terasa bagaikan mimpi, benar-benar tidak pernah menyangka sebelumnya, Allah mengubah hari saya yang paling menyedihkan pada tanggal 3 Agustus 2021, saat saya harus kehilangan sesosok wanita yang luar biasa, yang telah berjuang melahirkan saya, mengenalkan saya pada dunia, wanita yang dengan lelah dan jerih payah mendidik dan membesarkan saya, seseorang yang paling memahami saya lebih dari siapapun, seseorang yang doa-doanya selama ini sangat berarti untuk kehidupan saya, Mama... seseorang yang ternyata mengantarkan saya untuk menerima kado terindah seumur hidup saya dari Allah pada hari ulang tahun saya pada 26 Juni 2025 lalu. Ya Allah... Subhanallah, walhamdulillah, wala'ilaha'ilallah wallahuakbar... Mohon berikan tempat terindah untuk mamaku Ipah Gamar Binti Hamid Muhammad Alaydrus ya Allah, ampuni segala dosa-dosanya, jauhkanlah beliau dari siksa kubur dan api neraka, terimalah Badal Haji beliau, tempatkan beliau di surgaMu yang terindah ya Allah... Aami...

Blessings in Disguise (Part 2) - The Hardest Part

Makin deg-degan rasanya keberangkatan itu semakin dekat... Banyak persiapan yang sudah saya lakukan, seperti belanja pernak pernik kebutuhan haji, mengambil koper besar dan kecil di PLHUT, mengurus Badal Haji mama, sampai gathering calon jama'ah haji di Magelang. Meski begitu selalu rasanya masih ada saja yang belum atau kurang, mengurus ATM VISA saja juga belum sempat saya lakukan, padahal saya hanya memiliki uang SAR (Riyal) sedikit itupun terima kasih sekali sudah sangat terbantu teman kantor yang orangtuanya tahun lalu pergi haji dan masih mempunyai sisa uang SAR. Dua minggu sebelum keberangkatan, tiba saatnya kami menghadiri manasik terakhir di KBIHU yaitu pelepasan calon jama'ah haji. Disana, kami mendapatkan tanda identitas KBIHU, tanda identitas koper besar dan kecil dengan nama kami, tas ransel, sampai mendaftarkan paket internet untuk selama di tanah suci. Kami berkumpul dengan regu masing-masing untuk berkoordinasi karena kemungkinan kami akan menjadi satu kamar atau...

Life was much easier when Apple and Blackberry were just fruits ;)

Pernah membaca tulisan kocak seperti judul di atas di sebuah sosial media, dan mungkin hal itu tidak berlaku untuk sebagian orang, karena 'buah-buahan' itu sudah menjadi 'passion' mereka :D Tidak usah mengulas panjang lebar tentang buah-buahan itu, cukup konsumsi saja setiap hari untuk 'lebih sehat' pastinya, hehehehe ;) Nah, apa yang terjadi jika 'buah-buahan' itu dan teman-temannya dikonsumsi secara berlebihan? Jawabannya bisa kita lihat, amati dengan santaiiiii di sekitar kita ;) Tengok kanan, tengok kiri, depan dan belakang, apa yang orang-orang pegang di tangannya sehingga mereka lupa di sekitar mereka ada orang yang dekat dan nyata? Dari muda sampai tua semuanya doyan 'buah-buahan' itu, bahkan tanpa dikunyah :D :D Bagaimana mau mengunyah, karena asyiknya sampai kadang lupa waktu, dibuat lumrah sajalah, kita hidup di era digital, di mana setiap orang sekarang tidak bisa hidup tanpa 'buah-buahan' itu... Era komunikasi tela...