Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Parenting

Home is Where Everything Begins

Hari ini makin gemas rasanya dan akhirnya tidak tahan menegur dengan nada tinggi ke anak2 yang sedang asyik bermain. Hari Minggu, seperti biasanya anak2 asyik menikmati waktu libur mereka bermain bersama teman2, menciptakan kenangan masa kecil yang menyenangkan. Saya sengaja memberikan sedikit kebebasan waktu untuk mereka bergaul dan bereksplorasi di lingkungan sekitar rumah. Bersepeda, kejar2an, petak umpet, main pasar2an, mencari capung, belalang, main dengan kucing dan masih banyak aktivitas menyenangan lainnya yang saya amati. Kadang bahkan saya bebaskan anak2 bersama teman2 mereka bermain di dalam rumah, walaupun rasanya berisik sekali, apalagi rumah pasti seperti kapal pecah... mereka berebut mainan, buku, melihat ikan, baca buku2, nonton film atau video edukasi yang sudah saya siapkan untuk hiburan sekaligus media belajar mereka, atau bermain peran dengan boneka atau puppets theatre buatan kami. Setidaknya itu kegiatan mereka yang saya amati di rumah saya. Kadang sepulang...

Awas Pornografi 2

Bagian kedua, masih mengenai pornografi di kalangan pelajar. Tulisan yang saya copas dari grup parenting ini semoga bisa membuka mata hati para ortu dan guru... Mari kita sebarkan, secara online maupun offline agar semakin banyak ortu dan guru yang lebih paham dan peduli... Catatan penting bagi para orang tua dan guru, dari seminarnya Bunda Elly Risman,Yayasan Buah Hati. Seks & Perilaku Pelajar Zaman Sekarang Sebelum Anda membaca renungan kali ini, sebaiknya saya mengingatkan: Warning: Bumpy Road Ahead! Awas : Jalan bergelombang di depan ! Tulisan yang akan Anda baca di bawah ini mungkin tidak akan mudah diterima oleh hati karena isinya yang mengejutkan sekaligus menyedihkan. Saya (yang menshare kisah ini-red) mendapatkannya dari seorang kawan yang mengikuti seminar dengan pembicara Ibu Elly Risman, M.Psi dari Yayasan Buah Hati. Meskipun cukup panjang, tapi isinya perlu diketahui oleh semua orang tua yang peduli pada anak-anaknya, agar kita semua aware akan apa yan...

Awas Pornografi Merusak Otak dan Masa Depan

Tulisan ini saya copas dari sebuah komentar di facebook namun sayanngnya tidak ada sumber yang jelas di sana. Pun begitu esensinyalah yang ingin saya simpan dan sebarkan, demi kebaikan generasi masa mendatang. Siapapun penulis tulisan ini saya sangat berterimakasih dan semoga menjadi amal kebaikan kita semua untuk menyebarkannya lagi. Pornografi dan Remaja Putri Sabtu, minggu lalu, saya mengajak istri dan putera saya serta dua anak kerabat dekat saya menonton film di Gandaria City. Seusai menonton bioskop kami kemudian makan malam di sebuah restoran disana. Selama menunggu kedatangan makanan yang kami pesan, saya iseng2 mempromosikan blog saya ke mereka, karena beberapa tulisan saya memang saya tujukan untuk anak2 muda seperti mereka.  Si Koko, laki2 masih SMA kelas 2, ternyata sempat membaca tulisan saya mengenai Twitting n Facebooking, dan kami akhirnya berdiskusi mengenai hal ini sampai pembicaraan mengarah pada keprihatinan saya terhadap kebebasan akses internet bagi ...

Mengapa Antri?

Liburan anak2 hari ketiga, masih blm berencana berlibur karena masih ada beberapa pekerjaan kantor yang harus saya kerjakan. Hanya mengajak anak2 untuk mengisi waktu liburan mereka dengan melakukan hal yang bermanfaat daripada sekedar bermalas2an di depan TV dan lupa mandi... Hari ini saya mengajak anak2 ikut ke tempat kerja. Ribet memang, tapi saya ingin mereka mempelajari situasi di tempat bekerja, bagaimana kami berinteraksi, mengerjakan tugas, dan saling bekerjasama. Banyak nilai sosial yang akan mereka pahami lambat laun. Sepulangnya dari tempat kerja saya ajak anak2 makan siang di sebuah restaurant cepat saji terdekat. Anak2 langsung ambil posisi mencari tempat yang nyaman untuk makan dan saya mengantrikan makanan mereka. Ada beberapa orang di depan meja pelayanan dan kasir. Saya hanya amati situasinya, antrian tidak jelas dari arah mana, karena memang tdk ada petunjuknya. Saya berpikir pasti si mbak kasir paham yang mana yang datang duluan. Tetapi sayangnya pikiran saya mele...

Gadget Slavery

Sore yang santai, langit mendung, mengobrol dengan suami, terbawa suasana saat masih tinggal di Jogja dulu... (jeda waktu menulis karena fokus dengan obrolan sore... obrolan mengenai efek gadget) Musim hujan di Jogja waktu itu, kami tinggal di rumah mungil kontrakan sederhana tanpa perabot apapun kecuali peralatan dapur, mandi, kasur dan monitor komputer berfungsi ganda sebagai komputer dan TV. Tidak ada meja, kursi, padahal saat itu saya sedang hamil anak pertama, tidur di kasur tanpa tempat tidur, nonton TV selalu duduk di karpet... Tapi itu semuanya terasa menyenangkan dan damai, kadang kangen dengan suasana itu... Bukan tidak mensyukuri apa yang sudah diberikanNya sekarang. Hal yang saya rindukan adalah kesederhanaan, hidup apa adanya, menikmati waktu di dunia nyata dengan damai tanpa ada ketergantungan dengan internet, yah walau sekedar ngecek email, facebook, browsing pengetahuan, dan banyak lagi hal positif yang selalu membuat saya jadi sering on di depan gadget, dan rakus...

Hati-hati dengan Hati

Never judge people, you don't know what kind of battle he/she is trying to fight... Apa yang ada di benak pikiran kita jika melihat sekilas tentang seseorang, baik yang sudah kita kenal, baru kita kenal, bahkan baru mengenal lewat orang lain, ataupun malah baru sekilas bertemu saja? Pertanyaan yang masih luas ya, dan jawabannya mungkin saja bisa subjektif dan bahkan tergantung suasana hati kita juga. Hati-hati jika sudah berurusan dengan hati...  Seseorang bisa saja menilai orang lain dengan santai tanpa berpikir panjang, tanpa disadari penilaiannya salah besar, dan itu bisa memalukan dan penyesalan selalu ada mengiringi di belakang. Beruntunglah jika kita selalu berpikiran positif terhadap apapun.  Suatu hari saya bertemu dengan salah seorang wali murid teman akrab anak saya di sekolah.

Bagaimana Cara Berpikir, Bukan Apa yang Dipikir

Sebuah artikel yang saya baca dengan sumber saya cantumkan di bawah artikel, dan bagikan lewat blog ini semoga bermanfaat untuk kita sebagai orang tua dari anak-anak yang hidup di era serba gadget seperti sekarang... Sebagai orang tua pada abad ke 21, mereka sering kali merasa perlu over protective terhadap anaknya. Informasi yang sangat cepat dan sulit untuk disaring mungkin menjadi penyebabnya. Mereka tidak mau anak-anak mereka mendapatkan informasi yang buruk untuk perkembangan Anaknya. Kebanyakan orang tua merasa sulit untuk memantau anak-anak mereka sepanjang waktu. Mereka tidak dapat mengontrol konten-konten seperti film atau buku yang digunakan oleh anak-anak mereka. Pertanyaannya kemudian adalah: Apa yang harus dilakukan orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka tidak mempelajari hal yang negatif dari konten-konten tersebut? Permasalahan selanjutnya adalah konten-konten seperti ini sebenarnya tidak bisa terhindar. Cepat atau lambat setiap orang akan mempelajari hal...

Why Steve Jobs Didn’t Let His Kids Use iPads (And Why You Shouldn’t Either)

I found this article on google, when I need a source to support me concerning on this issue. Hopefully this will give us as parents a way of thinking for the sake of our kids' life in their future.