Skip to main content

Day 01 - Bercermin -

Terlalu klise rasanya, bahwa tahun baru adalah waktunya menuliskan list resolusi, harapan2 di sepanjang tahun kedepan, entah benar-benar dituliskan atau hanya di angan-angan saja. Terkadang berganti bulan saja kita sudah lupa dengan list panjang yang tertulis di awal tahun karena banyaknya distraksi yang ada di setiap bulannya...

Tahun baru, identik dengan menghabiskan malam pergantian tahun bersama keluarga, orang-orang terdekat ataupun teman-teman. Banyak kebahagiaan dan puncaknya menghitung mundur sampai pukul 00.00 dan kembang api yang indah menghiasi langit seakan-akan merupakan percikan-percikan api harapan masing-masing diri yang merayakan. Tidak disadari, di awal tahun baru justru malah kehabisan energi karena begadang semalaman. Haha... Pengalaman pribadi sih ini 🤭

Terpikir oleh diri yang konyol ini, berbincang pada diri sendiri, melihat ke diri sendiri, bertanya pada diri sendiri apakah kekonyolan yang pernah dilakukan di tahun lalu lebih banyak daripada hal berarti yang pernah dilakukan? Dengan jumlah lilin yang makin bertambah di tabun baru, apakah jumlah kebaikan yang dilakukan bertambah atau sebaliknya?

Dan akhirnya memaksa diri ini bercermin, melihat bayangan diri sendiri yang dilihat orang lain. Mereka tidak akan mampu melihat isi hati dan pikiran kita. Hanya Tuhan dan kita yang paham. Lalu terbesit pikiran tentang semua kebaikan yang sudah diberikan oleh Tuhan untuk diri ini. Akankah tahun ini disia-siakan lagi tanpa refleksi diri?

Lalu sampai pada titik saat terpikir manfaat dari menyesal. Apa gunanya termenung menyesali hal yang sudah terjadi? Kita justru hanya menyia-nyiakan hal baik yang bisa dinikmati saat ini. Apapun yang diberikan oleh Tuhan adalah skenario yang terbaik, yang dibalik setiap hal itu ada pelajaran berharga yang diberikan kepada kita.

Bercerminlah dan lihatlah seseorang yang telah Tuhan ciptakan untuk kamu jaga dan sayangi sepanjang hidupmu... Perempuan di cermin itu.


@30haribercerita
#30haribercerita
#30hbc2501

Comments

Popular posts from this blog

Blessings in Disguise (Part 1) - Convincing Myself

Perjalanan itu masih terasa bagaikan mimpi, benar-benar tidak pernah menyangka sebelumnya, Allah mengubah hari saya yang paling menyedihkan pada tanggal 3 Agustus 2021, saat saya harus kehilangan sesosok wanita yang luar biasa, yang telah berjuang melahirkan saya, mengenalkan saya pada dunia, wanita yang dengan lelah dan jerih payah mendidik dan membesarkan saya, seseorang yang paling memahami saya lebih dari siapapun, seseorang yang doa-doanya selama ini sangat berarti untuk kehidupan saya, Mama... seseorang yang ternyata mengantarkan saya untuk menerima kado terindah seumur hidup saya dari Allah pada hari ulang tahun saya pada 26 Juni 2025 lalu. Ya Allah... Subhanallah, walhamdulillah, wala'ilaha'ilallah wallahuakbar... Mohon berikan tempat terindah untuk mamaku Ipah Gamar Binti Hamid Muhammad Alaydrus ya Allah, ampuni segala dosa-dosanya, jauhkanlah beliau dari siksa kubur dan api neraka, terimalah Badal Haji beliau, tempatkan beliau di surgaMu yang terindah ya Allah... Aami...

Blessings in Disguise (Part 2) - The Hardest Part

Makin deg-degan rasanya keberangkatan itu semakin dekat... Banyak persiapan yang sudah saya lakukan, seperti belanja pernak pernik kebutuhan haji, mengambil koper besar dan kecil di PLHUT, mengurus Badal Haji mama, sampai gathering calon jama'ah haji di Magelang. Meski begitu selalu rasanya masih ada saja yang belum atau kurang, mengurus ATM VISA saja juga belum sempat saya lakukan, padahal saya hanya memiliki uang SAR (Riyal) sedikit itupun terima kasih sekali sudah sangat terbantu teman kantor yang orangtuanya tahun lalu pergi haji dan masih mempunyai sisa uang SAR. Dua minggu sebelum keberangkatan, tiba saatnya kami menghadiri manasik terakhir di KBIHU yaitu pelepasan calon jama'ah haji. Disana, kami mendapatkan tanda identitas KBIHU, tanda identitas koper besar dan kecil dengan nama kami, tas ransel, sampai mendaftarkan paket internet untuk selama di tanah suci. Kami berkumpul dengan regu masing-masing untuk berkoordinasi karena kemungkinan kami akan menjadi satu kamar atau...

Life was much easier when Apple and Blackberry were just fruits ;)

Pernah membaca tulisan kocak seperti judul di atas di sebuah sosial media, dan mungkin hal itu tidak berlaku untuk sebagian orang, karena 'buah-buahan' itu sudah menjadi 'passion' mereka :D Tidak usah mengulas panjang lebar tentang buah-buahan itu, cukup konsumsi saja setiap hari untuk 'lebih sehat' pastinya, hehehehe ;) Nah, apa yang terjadi jika 'buah-buahan' itu dan teman-temannya dikonsumsi secara berlebihan? Jawabannya bisa kita lihat, amati dengan santaiiiii di sekitar kita ;) Tengok kanan, tengok kiri, depan dan belakang, apa yang orang-orang pegang di tangannya sehingga mereka lupa di sekitar mereka ada orang yang dekat dan nyata? Dari muda sampai tua semuanya doyan 'buah-buahan' itu, bahkan tanpa dikunyah :D :D Bagaimana mau mengunyah, karena asyiknya sampai kadang lupa waktu, dibuat lumrah sajalah, kita hidup di era digital, di mana setiap orang sekarang tidak bisa hidup tanpa 'buah-buahan' itu... Era komunikasi tela...