Skip to main content

Blessings in Disguise (Part 6) - Self Healing in Mecca

Alhamdulillah semua rangkaian puncak ibadah haji sudah selesai. Pun begitu kami masih mempunyai waktu sekitar dua minggu di Mekkah. Kami kembali ke hotel dan melaksanakan kegiatan ibadah secara mandiri. Saat itu berada di hotel setelah beberapa hari tinggal di tenda Mina, rasanya sangat nyaman meskipun suhu di ruangan kamar saya keterlaluan, AC tidak bisa disetting, selaludi posisi angka 16 derajat celcius, astaghfirullah... Ada beberapa teknisi keluar masuk ruangan kamar hotel untuk maintenance, beberapa kali saya sampaikan kondisi AC ruangan saya tapi mereka bilang memang tidak bisa diubah, ya sudahlah...

Saya jadi lebih sering keluar kamar hotel, sekedar menikmati kegiatan mencuci baju di rooftop hotel yang puanasnya luar biasa, jadi biasanya saya menunggu saat sunset yang indah banget, melihat pemandangan kota Mekkah dari atap hotel yang sangat indah. Disana pakaian dijemur di rooftop langsung kering dalam waktu hanya 30 menit, saking panasnya masha Allah... Bahkan hari terasa lebih panjang disana. Sunset saja jam 7 malam saudara-saudara... Jam 7 malan Adzan Maghrib yang sangat indah baru terdengar dari menara Zamzam yang terlihat sangat dekat dari hotel. Masha Allah... Saya sering mengabadikan moment sunset disana yang sangat indah... 

Ada beberapa burung yang ikutan ingin difoto...

Selain itu, saya juga lebih suka travelling ke Masjidil Haram sendirian. Awalnya bersama seorang teman yang sangat menginspirasi. Beliau seorang kepala sekolah. Kami sering menghabiskan waktu bersama di Masjidil Haram. Kami berangkat dari hotel jam 2.30 dini hari untuk sholat malam (tahajjud), yang biasanya tidak pernah mandi dini hari, saat itu jadi rajin mandi jam 2 pagi ya Allah, gak kebayang kalau di Temanggung dinginnya kayak apa, tapi disana sangat nyaman, kamar mandi hotel mewah, ada shower kotak besar diatas kepala, seger banget saat hawa panas bahkan dini hari terasa hangat... Hampir setiap pagi kami bersemangat untuk pergi ke Masjidil Haram, berlama-lama di depan Ka'bah... Masha Allah... Sering sekali saat duduk di atas karpet di Masjidil Haram, saat berdzikir, berdoa sambil menutup mata seakan-akan sedang berada di rumah atau tempat kerja, tapi saat saya membuka mata sensasinya luar biasa, saya melihat karpet hijau di tempat saya duduk, lalu menengadah melihat Ka'bah di depan mata... Allahuakbar... Rasanya masih seperti mimpi...

Kami biasanya lanjutkan sampai sholat Dhuha dan kembali ke hotel untuk sarapan. Biasanya kalau ingin lebih lama, kami membawa bekal makanan. Kami berjalan-jalan keliling sekitar Masjidil Haram. 

Pernah saat itu saya kepo melihat postingan di Instagram, untuk menikmati view diata Masjidil Haram secara gratis. Kami ikuti petunjuk di konten itu. Kami masuk mall di bawah tower Zamzam, naik lift dan sampailah ke serambi yang ternyata cafe yang buka di sore dan malam hari. Kami terkagum-kagum melihat pemandangan super indah dari atas Masjidil Haram...Sayangnya Ka'bah tidak terlihat dari sana karena tertutup pagar gerbang. Kami mengabadikan moment indah itu dengan berfoto bersama. Kok ya gak kepikiran bikin konten apa gitu ya saat itu wkwkwk... Saat itu kami langsung berencana kembali lagi malam harinya kesana untuk menikmati view yang lebih indah di malam hari...

Malamnya kami kembali kesana. Kami sholat Maghrib dulu dan sambil menunggu waktu Isyak, kami berjalan-jalan lagi menyusuri mall dan naik ke atas lagi. Allahuakbar... Pemandangannya luar biasa... Meskipun saat itu cafe ramai dan kami sempat ragu untuk masuk karena kami tidak membeli apa-apa di cafe itu, harganya wow semua dan makanan minumannya kami tidak paham semua karena menunya dalam Bahasa Arab wkwkkwk Banyak Aladin disana hahaha...

Moment paling nancep di hati saat aku kesana sendirian, dari pagi aku habiskan waktu sendirian, thawaf sunnah sendirian, rasanya sudah tidak ada rasa khawatir berada di tengah-tengah ribuan orang di seluruh dunia... Yang tadinya merasa bingung dan takut susah bernafas juga, tapi justru saat itu terasa khusyuk bisa sepuasnya berdoa, menangis, berhenti di tempat-tempat mustajab berlama-lama disitu tanpa khawatir ketinggalan rombongan/kehilangan jejak orang yang ada di samping. 

Apalagi saat suatu sore saya habiskan waktu sendirian dan berniat untuk tidak pulang ke hotel. Benar-benar me time disana, menikmati sore hari yang panas berjalan di sekitar pelataran Masjidil Haram lalu masuk ke mall, menyusuri setiap sudutnya sambil selalu terpikirkan andai saya disini bersama anak-anakku... Saat itu perutku terasa lapar dan saya mencari makanan di mall itu sendirian. Saya memesan kentang goreng dan nugget ayam, dan juga minuman khas teh Arab yang nikmat. 

Di setiap sudut di tempat itu punya banyak cerita dan kenangan... Ingin rasanya saya tuangkan dalam tulisan semuanya, tapi rasanya tidak akan pernah cukup menggambarkan semuanya... Semuanya masih dan akan selalu indah terukir di ingatan... Ya Allah, terima kasih atas semuanya... Kabulkan doa2 kami yang merindu Baitullah untuk bisa menjadi tamuMu, kembali kesana... Aaamiin ya Allah...



Comments

Popular posts from this blog

Manfaatkan Masa Mudamu dengan Cerdas, Wake Up Young Generations!

Here I'm going to write at a glance about you, young generations, the youth of the nation... This writing is especially dedicated for my students :)

Puluhan Hantu Sawah Bertebaran di Sekolah Kami

SMK Negeri Bansari Hari Ulang Tahun SMK Negeri Bansari ke VII ini kami mencoba memperkenalkan diri melalui kegiatan Festival Memedi Sawah Temanggung 2015.  SMK Negeri Bansari yang terletak di Dusun Putihan, Campuranom Bansari mempunyai pemandangan yang sangat memanjakan mata kita. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bansari memiliki kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, yang merupakan wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk masyarakat khususnya Kecamatan Bansari dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani. Dengan adanya SMK Negeri Bansari diharapkan mampu menampung tamatan SMP yang masih rentan putus sekolah untuk melanjutkan pada jenjang sekolah menengah kejururuan. Salah satu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa bidang pertanian merupakan salah satu penghasilan utama perekonomian masyarakat Bansari. Dengan adanya kebijakan pemerintah tentang impor hasil pertanian maka akan semakin menyulitkan bagi petani. Sud...

Life was much easier when Apple and Blackberry were just fruits ;)

Pernah membaca tulisan kocak seperti judul di atas di sebuah sosial media, dan mungkin hal itu tidak berlaku untuk sebagian orang, karena 'buah-buahan' itu sudah menjadi 'passion' mereka :D Tidak usah mengulas panjang lebar tentang buah-buahan itu, cukup konsumsi saja setiap hari untuk 'lebih sehat' pastinya, hehehehe ;) Nah, apa yang terjadi jika 'buah-buahan' itu dan teman-temannya dikonsumsi secara berlebihan? Jawabannya bisa kita lihat, amati dengan santaiiiii di sekitar kita ;) Tengok kanan, tengok kiri, depan dan belakang, apa yang orang-orang pegang di tangannya sehingga mereka lupa di sekitar mereka ada orang yang dekat dan nyata? Dari muda sampai tua semuanya doyan 'buah-buahan' itu, bahkan tanpa dikunyah :D :D Bagaimana mau mengunyah, karena asyiknya sampai kadang lupa waktu, dibuat lumrah sajalah, kita hidup di era digital, di mana setiap orang sekarang tidak bisa hidup tanpa 'buah-buahan' itu... Era komunikasi tela...