Skip to main content

Bagaimana Cara Berpikir, Bukan Apa yang Dipikir

Sebuah artikel yang saya baca dengan sumber saya cantumkan di bawah artikel, dan bagikan lewat blog ini semoga bermanfaat untuk kita sebagai orang tua dari anak-anak yang hidup di era serba gadget seperti sekarang...

Sebagai orang tua pada abad ke 21, mereka sering kali merasa perlu over protective terhadap anaknya. Informasi yang sangat cepat dan sulit untuk disaring mungkin menjadi penyebabnya. Mereka tidak mau anak-anak mereka mendapatkan informasi yang buruk untuk perkembangan Anaknya. Kebanyakan orang tua merasa sulit untuk memantau anak-anak mereka sepanjang waktu. Mereka tidak dapat mengontrol konten-konten seperti film atau buku yang digunakan oleh anak-anak mereka. Pertanyaannya kemudian adalah: Apa yang harus dilakukan orang tua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka tidak mempelajari hal yang negatif dari konten-konten tersebut? Permasalahan selanjutnya adalah konten-konten seperti ini sebenarnya tidak bisa terhindar. Cepat atau lambat setiap orang akan mempelajari hal-hal negatif (seperti konten eksplisit, kejahatan pencurian, rampok, dsb.) tersebut.

Dengan semakin majunya dunia teknologi, sudah sangat wajar jika seorang anak sudah fasih menggunakan berbagai perangkat elektronik seperti komputer, laptop, iPad, telepon pintar dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit sekolah yang telah menggabungkan teknologi dalam kurikulum mereka. Penggunaan teknologi tersebut dapat membuat dunia pendidikan lebih maju. Namun penggunaan teknologi ini dapat menjadi masalah baru karena banyak konten negatif yang berasal dari barang-barang tersebut. Salah-salah justru anak akan tumbuh dengan sifat negatif yang dia pelajari dari konten tersebut.

Oleh karena itu, biasanya orangtua akan mencoba untuk membatasi akses dari perangkat elektronik tersebut. Seperti misalnya penggunaan perangkat lunak pada iPad ataupun komputer. Dengan berbagai perangkat lunak tersebut orangtua dapat memantau apa yang dilakukan anaknya dengan perangkat tersebut. Selain itu mereka juga bisa menyaring konten-konten yang dianggap negatif. Tapi hal tersebut tidaklah cukup. "Semakin ditutup-tutupi rasa ingin tahu akan semakin tinggi". Anak-anak jaman sekarang sudah menjadi sangat pintar dalam mengatasi batasan-batasan tersebut.

Orang tua yang bijaksana akan mengerti bahwa mencegah anak dari belajar tentang suatu hal yang dianggap negatif adalah hal yang mustahil. Oleh karena itu cara yang paling baik adalah dengan membiarkan anak-anak mereka mengetahui konten-konten negatif tersebut, tetapi tetap harus dibimbing. Ajarkan pada mereka bahwa melakukan hal seperti yang ada pada konten negatif tersebut adalah hal yang salah. Jelaskan juga pada mereka konsekuensi yang akan mereka terima jika melakukan hal tersebut. Selain itu beri peraturan dengan jelas dan apa sanksi yang mereka terima jika mereka melanggar.

Diskusi terbuka dengan anak Anda perlu dilakukan untuk hal ini. Sebagai orangtua seharusnya mengajarkan bagaimana cara berpikir untuk mereka bukan apa yang harus dipikirkan. Selalu dorong mereka untuk bercerita tentang keseharian mereka. Dengan sikap terbuka seperti itu Anda akan memiliki banyak kesempatan untuk membimbing mereka dari konten-konten negatif.

sumber: http://ikelas.com/artikel-pendidikan/mengasuh-anak/63/ajarkan-anak-bagaimana-cara-berpikir-bukan-apa-yang-dipikir

Comments

Popular posts from this blog

Blessings in Disguise (Part 1) - Convincing Myself

Perjalanan itu masih terasa bagaikan mimpi, benar-benar tidak pernah menyangka sebelumnya, Allah mengubah hari saya yang paling menyedihkan pada tanggal 3 Agustus 2021, saat saya harus kehilangan sesosok wanita yang luar biasa, yang telah berjuang melahirkan saya, mengenalkan saya pada dunia, wanita yang dengan lelah dan jerih payah mendidik dan membesarkan saya, seseorang yang paling memahami saya lebih dari siapapun, seseorang yang doa-doanya selama ini sangat berarti untuk kehidupan saya, Mama... seseorang yang ternyata mengantarkan saya untuk menerima kado terindah seumur hidup saya dari Allah pada hari ulang tahun saya pada 26 Juni 2025 lalu. Ya Allah... Subhanallah, walhamdulillah, wala'ilaha'ilallah wallahuakbar... Mohon berikan tempat terindah untuk mamaku Ipah Gamar Binti Hamid Muhammad Alaydrus ya Allah, ampuni segala dosa-dosanya, jauhkanlah beliau dari siksa kubur dan api neraka, terimalah Badal Haji beliau, tempatkan beliau di surgaMu yang terindah ya Allah... Aami...

Blessings in Disguise (Part 2) - The Hardest Part

Makin deg-degan rasanya keberangkatan itu semakin dekat... Banyak persiapan yang sudah saya lakukan, seperti belanja pernak pernik kebutuhan haji, mengambil koper besar dan kecil di PLHUT, mengurus Badal Haji mama, sampai gathering calon jama'ah haji di Magelang. Meski begitu selalu rasanya masih ada saja yang belum atau kurang, mengurus ATM VISA saja juga belum sempat saya lakukan, padahal saya hanya memiliki uang SAR (Riyal) sedikit itupun terima kasih sekali sudah sangat terbantu teman kantor yang orangtuanya tahun lalu pergi haji dan masih mempunyai sisa uang SAR. Dua minggu sebelum keberangkatan, tiba saatnya kami menghadiri manasik terakhir di KBIHU yaitu pelepasan calon jama'ah haji. Disana, kami mendapatkan tanda identitas KBIHU, tanda identitas koper besar dan kecil dengan nama kami, tas ransel, sampai mendaftarkan paket internet untuk selama di tanah suci. Kami berkumpul dengan regu masing-masing untuk berkoordinasi karena kemungkinan kami akan menjadi satu kamar atau...

Life was much easier when Apple and Blackberry were just fruits ;)

Pernah membaca tulisan kocak seperti judul di atas di sebuah sosial media, dan mungkin hal itu tidak berlaku untuk sebagian orang, karena 'buah-buahan' itu sudah menjadi 'passion' mereka :D Tidak usah mengulas panjang lebar tentang buah-buahan itu, cukup konsumsi saja setiap hari untuk 'lebih sehat' pastinya, hehehehe ;) Nah, apa yang terjadi jika 'buah-buahan' itu dan teman-temannya dikonsumsi secara berlebihan? Jawabannya bisa kita lihat, amati dengan santaiiiii di sekitar kita ;) Tengok kanan, tengok kiri, depan dan belakang, apa yang orang-orang pegang di tangannya sehingga mereka lupa di sekitar mereka ada orang yang dekat dan nyata? Dari muda sampai tua semuanya doyan 'buah-buahan' itu, bahkan tanpa dikunyah :D :D Bagaimana mau mengunyah, karena asyiknya sampai kadang lupa waktu, dibuat lumrah sajalah, kita hidup di era digital, di mana setiap orang sekarang tidak bisa hidup tanpa 'buah-buahan' itu... Era komunikasi tela...