Skip to main content

Sampai Kapan Tidak Bisa Jadi Diri Sendiri?

Pagi ini ulangan tengah semester sedang berlangsung selama beberapa hari. Seperti biasa sebagai pengawas ujian saya selalu menemui tingkah polah anak-anak selama ujian berlangsung. Walaupun tidak semuanya bertingkah "lumrah" nya anak yang sedang mengerjakan ujian. Yang berpikir sendiri, dengan persiapan materi yang matang dan mengerjakan soal dengan tenang juga ada... tapi sayang hanya bisa dihitung dengan jemari cukup satu tangan saja... :(


Sudah menjadi tugas seorang pengawas ujian memang, walaupun hal yang paling menjengkelkan bagi saya sebenarnya, pagi hari melihat pemandangan seperti itu, dari mulai geleng-geleng kepala, anggukan, isyarat mata, tangan, gaya duduk, ketukan meja, gaya baca menutup muka dengan soal, pura-pura berpikir saat kepergok bertanya pada teman, ya... mereka berani bertanya diam-diam bahkan dengan santai dengan teman di samping atau belakang bahkan yang jaraknya beberapa meter dari mereka... Belum yang pada siap dengan "jimat alias contekan" mereka, atau alat tulis keliling yang berisi jawaban soal...

Dari depan pemandangan terlihat jelas sekali, tapi entah mengapa anak-anak merasa seakan-akan guru yang mengawasi tidak mengetahui mereka. saya sesekali menegur dengan memanggil nama, tidak sampai keliling kelas (karena sesuai POS UN pengawas dilarang keliling), tidak mengambil lembar jawab bahkan menyobeknya, tapi bukan berarti saya malas/takut melakukan tindakan, saya hanya mengawasi dengan pandangan menyeluruh, dan mencatat nama-nama anak yang "gelisah" itu, yang sedang memperjuangkan nilai ujian mereka walau dengan cara "membohongi diri sendiri".

Bagaimana tidak??
Soal yang mereka jawab dengan "berdiskusi dengan teman", yang nantinya akan mengkontribusi nilai mereka, sehingga nilai mereka bisa bagus, atau lumayan...

Puaskah kalian dengan nilai bagus itu? Nilai bagus yang kalian peroleh hanya sekedar untuk menutupi ketidaksiapan kalian mengerjakan soal ujian? Apa gunanya nilai bagus tanpa pengetahuan yang kalian kuasai? Sudah lupakah tujuan kalian ke sekolah untuk mencari ilmu??
Apakah kalian tidak bisa berpikir panjang? Saya jadi penasaran bagaimana sebenarnya jalan pikiran anak-anak muda sekarang...

Saya benar-benar heran... Saat saya masih seusia mereka dulu, mencontek/bertanya dengan teman saat ulangan/ujian adalah AIB, dan "belum" membudaya seperti sekarang...

Muak rasanya... Melihat kondisi negeri yang sekarang terjadi, dengan berbagai masalah korupsi dan berbagai masalah politik yang sudah seperti komplikasi penyakit...

Coba kita renungkan sejenak, berasal dari mana semua itu??

Berawal dari budaya yang terjadi saat kita masih di sekolah, berlanjut di dunia kerja, menghalalkan segala cara demi kepentingan pribadi dan golongan... Sadarilah bahwa generasi bangsa yang sekarang sedang berjuang duduk di bangku sekolah itulah yang akan melanjutkan arah akan dibawa kemana negara kita ini????

Stop bertingkah kacau, mulailah menata dari diri sendiri. Tidak mudah memang, tapi kita harus bisa menjadi diri sendiri, tanyakan pada diri sendiri, adakah yang ingin menjadi orang yang jahat? adakah yang ingin menjadi orang kacau? Saya yakin tidak ada orang di dunia ini yang tidak ingin hidupnya bahagia, damai, nyaman, sukses... Semuanya pasti tidak mau hal yang sebaliknya terjadi, semuanya pasti ingin yang TERBAIK dalam hidup mereka.

Itulah sebabnya, mulailah dari diri sendiri untuk melakukan hal yang TERBAIK.


Sebagai siswa, sadarilah waktu muda kalian yang berharga untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya, untuk bekal menghadapi tantangan jaman yang makin mengglobal. Ilmu adalah senjata kalian. Lakukan yang terbaik dengan mengatur waktu belajar, jangan hanya mengikuti keinginan untuk selalu bersenang-senang tidak ada tujuan yang jelas hanya ikut-ikutan...

Jika masih enggan, malas, ragu, sampai kapan akan begini terus??
Sampai kapan tidak bisa jadi diri sendiri??
Sampai kapan terus bermimpi??
Masa depan yang akan menjawabnya.

Ingin jawaban yang bagus atau sebaliknya, itu PILIHAN KALIAN SEKARANG.

Bansari, 6 Maret 2015

Comments

Popular posts from this blog

Manfaatkan Masa Mudamu dengan Cerdas, Wake Up Young Generations!

Here I'm going to write at a glance about you, young generations, the youth of the nation... This writing is especially dedicated for my students :)

Zonasi oh Zonasi

Entah akan saya mulai darimana tulisan ini, beberapa patah kata yang mengalir menjadi uneg-uneg mengenai sistem pendidikan di negara ini. Pun begitu, tak akan kehilangan harapan meski berkali-kali berganti menteri pendidikan, berganti sistem pendidikan dan segala kebijakannya... Stay on track!! Tidak akan membahas berbagai kebijakan yang ada, karena akan rumit mehamaminya, satu hal yang saya berusaha yakinkan pada diri sendiri adalah semua kebijakan diambil untuk kebaikan dan sudah melalui berbagai tahap proses penelitian sehingga menjadi sebuah kebijakan yang dapat diterapkan, meski kadang seperti 'trial and error'... Sampai pada suatu titik trending di sebuah sosial media, dan ironisnya mereka yang ramai sebagian besar adalah para pendidik (guru dan orang tua) yang beradu pendapat mengenai sebuah kebijakan sistem pendidikan yang cukup signifikan menjadi "titik perubahan" saat ini... Banyak candaan yang menyentil kebijakan itu misalnya, "Tuntutlah ilmu sampai...

Puluhan Hantu Sawah Bertebaran di Sekolah Kami

SMK Negeri Bansari Hari Ulang Tahun SMK Negeri Bansari ke VII ini kami mencoba memperkenalkan diri melalui kegiatan Festival Memedi Sawah Temanggung 2015.  SMK Negeri Bansari yang terletak di Dusun Putihan, Campuranom Bansari mempunyai pemandangan yang sangat memanjakan mata kita. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bansari memiliki kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, yang merupakan wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk masyarakat khususnya Kecamatan Bansari dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani. Dengan adanya SMK Negeri Bansari diharapkan mampu menampung tamatan SMP yang masih rentan putus sekolah untuk melanjutkan pada jenjang sekolah menengah kejururuan. Salah satu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa bidang pertanian merupakan salah satu penghasilan utama perekonomian masyarakat Bansari. Dengan adanya kebijakan pemerintah tentang impor hasil pertanian maka akan semakin menyulitkan bagi petani. Sud...