Salah satu kebahagiaan yang paling indah adalah masa kecil, saat masih belum memiliki dosa. Pikiran mengalir ringan seringan kapas tanpa beban. Badan masih sangat penuh energi dan hampir tidak mengenal rasa capek, apalagi capek batin 🤭 Setiap hari dijalani dg tanpa rencana namun selalu meninggalkan kenangan indah. Berlari dan tertawa lepas...
Menikmati dunia permainan petak umpet bersama teman2 sampai bertukar baju untuk mengecoh teman yg sedang bingung mencari 🤣 Bermain rumah2an dg menggelar selimut di bawah meja makan bahkan rumah2an dari tanah di halaman rumah, mendesain ruangan rumah dan berkhayal dg cerita2 yg monoton 😂 Bermain masak2an, mengumpulkan dan memotong2 dedaunan bahkan kadang menyalakan api sungguhan meskipun kompornya hanya batu bata yg disusun dan diberi kayu seadanya...
Bermain peran sebagai penjual dan pelanggan resto, bahkan bermain sekolah2an 😍 Bermain bola bekel, dakon, kartu remi, permainan tradisional seperti jamuran, lompatan karet, bahkan mencari ikan menyusuri sungai penuh bebatuan dan sawah yg sedang dipersiapkan untuk menanam padi. Saking bahagianya sampai tidak paham yg ditangkap adalah kecebong krn tumbuh kaki setelah beberapa hari dipelihara di toples 🤣
Namun petualangan2 itu sudah jarang terjadi pada sebagian besar anak2 jaman sekarang. Kemajuan teknologi yg pesat memanjakan mereka sejak dini, lebih asyik sendiri dg gadget, senjata orangtua ketika anak rewel. Bahkan sering terlihat saat berkumpul dg teman2 sepermainan mereka sibuk sendiri2 dg gadget masing2 dan tidak peduli dg lingkungan sekitar. Entah apa yg mereka tonton/mainkan, bahkan bebas mengakses media sosial tanpa filter dan pendampingan ortu 😫
Banyak akses informasi yg belum saatnya mereka ketahui sehingga dipaksa menjadi dewasa lebih cepat, bahkan berani pacaran 😭 Belum lagi konten2 kekerasan dan p*rnografi yg merusak otak/cara berpikir, kebiasaan hidup nyaman dg gadget membuat tidak mempunyai resiliensi, daya juang rendah mudah menyerah... Mari kembalikan masa kecil mereka, batasi screen time, berpetualang di alam nyata bukan maya, agar bertumbuh jd pribadi yg bijak dan berkarakter.
@30haribercerita #30hbc2506
Comments
Post a Comment