Tak sengaja mata lupa berkedip ketika melihat dua orang siswi SMA yang sedang mengantri membeli nasi uduk bersama saya di pinggir jalan. Sekilas memang pemandangan seperti itu banyak ditemui dimana-mana zaman sekarang ini. Dua gadis itu berseragam, dengan ciri khas rok diatas mata kaki, lengan baju dilipat, bibir berlip gloss merona, bulu mata bermascara dan alis yang dilukis layaknya emak-emak akan pergi ke pesta. Apakah saya yang sudah jadul ketinggalan zaman sehingga tidak mewajarkan pemandangan seperti itu, atau mereka yang ingin terlihat lebih dewasa entah apa alasannya.
Rasanya tergelitik untuk sejenak berpikir bahwa usia mereka masih belasan tahun namun sudah terampil bermake up sehari-hari layaknya seorang karyawati. Apapun alasannya, sebenarnya saya tak mau ambil pusing. Terlepas dari bagaimana kehidupan persekolahan mereka, bagaimana mereka memprioritaskan tujuan belajar saat pergi ke sekolah dan berada di kelas, bagaimana mereka memiliki rasa ingin tahu terhadap ilmu pengetahuan saat belajar di sekolah, dengan berdandan setiap hari di usia sekolah apakah tidak membuat kulit mereka lebih cepat menua dan bermasalah dengan percobaan berbagai make up di kulit wajah mereka yang sebenarnya masih sangat bagus dan kencang?
Ah, dunia memang penuh ironi, saat emak-emak ingin terlihat lebih muda, sementara anak-anak muda malah ingin terlihat lebih dewasa (baca: tua). Terlihat cantik memang merupakan sebuah kebahagiaan bagi seorang perempuan. Mempercantik diri adalah salah satu cara untuk menghargai diri sendiri yang akan meningkatkan kadar hormon dopamine sehingga kita merasa bahagia. Namun definisi cantik tentunya akan sangat subjektif. Pun begitu, akan menjadi objektif ketika standar kecantikan itu adalah pada bagaimana kita bersyukur dengan menghargai diri, merawat diri dan tidak merusak anugerah yang sudah dimiliki dari Tuhan, karena pada dasarnya setiap perempuan itu cantik sesuai dengan usianya.
@30haribercerita #30hbc2529rapel
Perjalanan itu masih terasa bagaikan mimpi, benar-benar tidak pernah menyangka sebelumnya, Allah mengubah hari saya yang paling menyedihkan pada tanggal 3 Agustus 2021, saat saya harus kehilangan sesosok wanita yang luar biasa, yang telah berjuang melahirkan saya, mengenalkan saya pada dunia, wanita yang dengan lelah dan jerih payah mendidik dan membesarkan saya, seseorang yang paling memahami saya lebih dari siapapun, seseorang yang doa-doanya selama ini sangat berarti untuk kehidupan saya, Mama... seseorang yang ternyata mengantarkan saya untuk menerima kado terindah seumur hidup saya dari Allah pada hari ulang tahun saya pada 26 Juni 2025 lalu. Ya Allah... Subhanallah, walhamdulillah, wala'ilaha'ilallah wallahuakbar... Mohon berikan tempat terindah untuk mamaku Ipah Gamar Binti Hamid Muhammad Alaydrus ya Allah, ampuni segala dosa-dosanya, jauhkanlah beliau dari siksa kubur dan api neraka, terimalah Badal Haji beliau, tempatkan beliau di surgaMu yang terindah ya Allah... Aami...
Comments
Post a Comment