Skip to main content

Day 30 - Tutorial Hidup -

Terkadang skenario hidup membawa kita pada titik yg membuat diri kita merasa ada di puncak lelah dan kecewa ketika apa yg terjadi ternyata jauh dari harapan kita. Bukan berarti tidak merasa bersyukur dg keadaan yg ada meski kita menyadari semuanya sudah diatur olehNya dg skenario yg terbaik. Manusiawi jika kita merasa kecewa dan lelah. Hidup ibarat bermain game, selalu ada pilihan untuk menghadapi rintangan dan tantangan yg akan membawa kita ke level berikutnya atau malah mengarahkan kita ke “game over” ketika kita memilih menyerah. Saya sering memotivasi murid-murid saya untuk memilih bertahan dan tetap berjuang apapun yg kita hadapi karena itu merupakan bagian dari “game”, tantangan dan rintangan akan selalu dihadapkan untuk kita berani menghadapi dan belajar dari kehidupan untuk naik ke level selanjutnya.

Sering membisikkan pada diri sendiri bahwa saya penasaran ingin melihat apa yg akan terjadi ketika saya memilih tidak menyerah. Seiring berjalannya waktu, semakin saya mencoba mengerti bahwa hal yg membuat kita bisa bertahan bukan dengan selalu berpikir positif, bahkan berpikir positif di waktu yg salah juga malah dapat menyakiti diri kita sendiri. Hal yg membuat kita bisa bertahan adalah bagaimana kita bisa menerima skenario yg disajikan oleh Tuhan untuk kita. Penerimaan bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai yg kita inginkan. Bahwa dalam hidup pasti kita akan mengalami kegagalan yg akan membuat kita belajar untuk memperbaiki diri dan menjadi lebih kuat dari yg kita pikirkan.

Manusia tidak akan pernah lepas dari kesalahan. Kita boleh memiliki idealisme bahkan ambisi dalam menjalani kehidupan kita. Tetapi bisikkan juga pada diri untuk menyisakan ruang untuk bisa menerima. Tidak semua hal dalam kehidupan dapat kita kendalikan, dan itu tidak masalah. Satu2nya hal dalam kehidupan yg dapat kita kontrol adalah diri kita sendiri. Berpikir bahwa it’s okay not to be okay, tidak masalah saat kita tidak baik-baik saja. Kita punya Tuhan dan diri sendiri yg terlatih untuk menerima kegagalan dan kekecewaan yg akan membuat diri kita lebih kuat dari sebelumnya. @30haribercerita #30hbc2530tutorialhidup

Comments

Popular posts from this blog

Blessings in Disguise (Part 1) - Convincing Myself

Perjalanan itu masih terasa bagaikan mimpi, benar-benar tidak pernah menyangka sebelumnya, Allah mengubah hari saya yang paling menyedihkan pada tanggal 3 Agustus 2021, saat saya harus kehilangan sesosok wanita yang luar biasa, yang telah berjuang melahirkan saya, mengenalkan saya pada dunia, wanita yang dengan lelah dan jerih payah mendidik dan membesarkan saya, seseorang yang paling memahami saya lebih dari siapapun, seseorang yang doa-doanya selama ini sangat berarti untuk kehidupan saya, Mama... seseorang yang ternyata mengantarkan saya untuk menerima kado terindah seumur hidup saya dari Allah pada hari ulang tahun saya pada 26 Juni 2025 lalu. Ya Allah... Subhanallah, walhamdulillah, wala'ilaha'ilallah wallahuakbar... Mohon berikan tempat terindah untuk mamaku Ipah Gamar Binti Hamid Muhammad Alaydrus ya Allah, ampuni segala dosa-dosanya, jauhkanlah beliau dari siksa kubur dan api neraka, terimalah Badal Haji beliau, tempatkan beliau di surgaMu yang terindah ya Allah... Aami...

Blessings in Disguise (Part 2) - The Hardest Part

Makin deg-degan rasanya keberangkatan itu semakin dekat... Banyak persiapan yang sudah saya lakukan, seperti belanja pernak pernik kebutuhan haji, mengambil koper besar dan kecil di PLHUT, mengurus Badal Haji mama, sampai gathering calon jama'ah haji di Magelang. Meski begitu selalu rasanya masih ada saja yang belum atau kurang, mengurus ATM VISA saja juga belum sempat saya lakukan, padahal saya hanya memiliki uang SAR (Riyal) sedikit itupun terima kasih sekali sudah sangat terbantu teman kantor yang orangtuanya tahun lalu pergi haji dan masih mempunyai sisa uang SAR. Dua minggu sebelum keberangkatan, tiba saatnya kami menghadiri manasik terakhir di KBIHU yaitu pelepasan calon jama'ah haji. Disana, kami mendapatkan tanda identitas KBIHU, tanda identitas koper besar dan kecil dengan nama kami, tas ransel, sampai mendaftarkan paket internet untuk selama di tanah suci. Kami berkumpul dengan regu masing-masing untuk berkoordinasi karena kemungkinan kami akan menjadi satu kamar atau...

Life was much easier when Apple and Blackberry were just fruits ;)

Pernah membaca tulisan kocak seperti judul di atas di sebuah sosial media, dan mungkin hal itu tidak berlaku untuk sebagian orang, karena 'buah-buahan' itu sudah menjadi 'passion' mereka :D Tidak usah mengulas panjang lebar tentang buah-buahan itu, cukup konsumsi saja setiap hari untuk 'lebih sehat' pastinya, hehehehe ;) Nah, apa yang terjadi jika 'buah-buahan' itu dan teman-temannya dikonsumsi secara berlebihan? Jawabannya bisa kita lihat, amati dengan santaiiiii di sekitar kita ;) Tengok kanan, tengok kiri, depan dan belakang, apa yang orang-orang pegang di tangannya sehingga mereka lupa di sekitar mereka ada orang yang dekat dan nyata? Dari muda sampai tua semuanya doyan 'buah-buahan' itu, bahkan tanpa dikunyah :D :D Bagaimana mau mengunyah, karena asyiknya sampai kadang lupa waktu, dibuat lumrah sajalah, kita hidup di era digital, di mana setiap orang sekarang tidak bisa hidup tanpa 'buah-buahan' itu... Era komunikasi tela...